Share
Sunday, July 10, 2016
Minggu Siang
Sunday, May 15, 2016
Akhirnya Menulis (lagi)
Thursday, October 2, 2014
Kondisi Ini, Bersyukur Atau Sebaliknya...
Kehidupan yang disertai dengan rasa syukur merupakan hal menyenangkan tetapi ketika dilakukan, apakah semudah kita mengatakannya? Kondisi kesehatan baik itu badan atau jiwa kita tergantung pada respon kita. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi jika mengeluh saja, sepertinya keluhan merupakan hal yang menyenangkan tetapi apa dampaknya terhadap badan dan jiwa kita. Pertanyaannya, jika kita berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan, apa yang harus kita lakukan? Marah-marah atau mengucap syukur? Setiap orang akan mempunyai respon yang beda-beda terhadap kondisi ini tetapi hanya ada dua hal mendasar, mengikuti keinginan sendiri atau percaya kepada Tuhan.
Umumnya, setiap orang mengetahui dampaknya jika mereka marah-marah atau bersyukur. Sebagai contoh, saya dulu menderita sakit lambung alias maag. Setahu saya, di keluarga saya baik dari ayah maupun dari ibu tidak ada yang mengidap sakit maag ini. Penyebab dari sakit ini biasanya karena terlalu khawatir atau telat makan. Sakit ini dapat timbul dalam waktu cepat, kurang dari 10 menit, tetapi untuk menghilang butuh waktu lebih dari 10 menit bahkan bisa berhari-hari. Saya bukanlah superman dan hal ini sangat membuat kondisi yang tidak menyenangkan. Saya berusaha mencari tahu bagaimana mendapatkan kesembuhan dari sakit maag ini.
Keadaan yang tidak menyenangkan ini membuat kita berpikir mengenai sikap dan tindakan yang perlu kita lakukan. Setiap dari kita pasti pernah mengalami keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kondisi tersebut? Jika kita hanya ingin mengikuti sesuai dengan keinginan kita saja atau mau menerima tetapi bukan menyerah. Kita terima dan berharap dalam dan berusaha untuk mendapatkan perubahan. Kita melihat berusaha, berusaha yang kita bicarakan ini bukan melakukan hal yang bertentang sehingga mendapatkan dampak kurang baik. Kita melakukan tindakan yang sesuai dengan iman kepercayaan kita. Percaya, atau iman, tanpa perbuatan pada hakekatnya tidak berdampak. Kita harus melakukan perbuatan atau tindakan yang mempunyai hasil, meskipun hal tersebut bisa dalam waktu singkat atau jangka panjang. Apakah kita ingat bahwa kita harus percaya pada Tuhan, seseorang yang menguasai dunia ini. Kita hanya perlu percaya saja dan mengikuti apa yang Tuhan ajar kepada kita.
Jadi kondisi ini, baik enak maupun tidak enak, sebaiknya kita mengucap syukur. Respon ini mempunyai dampak hidup lebih baik daripada respon yang sebaliknya. Mari, kita mengucap syukur dengan doa beserta tindakan yang sesuai.
Sunday, April 13, 2014
Jika kita mendapat keadaan kurang menyenangkan
Bagaimana jika kita mendapatkan situasi mengenai tempat kita bekerja, kia dipanggil oleh atasan kita kemudian beliau mengabarkan bahwa saat bulan ini adalah saat terakhir kita bekerja dengan mereka? Saya tidak akan menyatakan bahwa saya akan lebih daripada kalian semua, bisa menerima dengan hati lapang tanpa ada respon yang berarti padahal bisa terjadi 'galau' sesaat atau tiba-tiba terkena serangan sesaat terhadap kesehatan kita, jangan sampai hal itu terjadi yah.
Saya tidak pernah tahu apa yang bisa membuat kita berubah ketika mengalami suatu situasi seperti ini. Keadaan memang bisa berubah, bahkan selalu berubah seperti cuaca setiap harinya. Apa yang harus kita lakukan jika kita mendapatkan perubahan yang membuat detak jantung lebih cepat berdetak, bukan karena kafein, otot menjadi 'tegang' bukan karena latihan beban bahkan pikiran yang tiba-tiba tidak tahu harus bertindak apa selain 'galau' bahkan stress?
Keadaan...keadaan... Jika kita hanya bisa menghela nafas dan terus berjalan? Atau menghela nafas dan roman muka berubah kemudian marah-marah atau menangis atau menghilang dari peredaran? Reaksi yang beragam pasti terjadi, tetapi situasi yang paling sulit terjadi adalah mengucap syukur untuk situasi tersebut. Saya tidak berkata jika orang yang bersyukur adalah orang 'kudus' meski situasi tersebut merupakan situasi yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan situasi kebanyakan orang tetapi kondisi inilah yang membawa dampak cukup baik terhadap badan dan jiwa orang tersebut. Saya hanya bisa berkata, jika kita ingin hidup lebih panjang lagi, marilah kita lihat situasi yang kita baru dapatkan dengan mengucap syukur dan terus berjalan dengan percaya dan berharap pada Tuhan saja. Kita tidak bisa mengharapkan kekuatan dari diri kita sendiri toh, hanya pada Tuhan saja kan...
Oleh sebab itu, marilah kita belajar untuk melihat hidup ini dari sisi yang lain dengan mengucap syukur dan berharap kepada Tuhan
Tuesday, November 12, 2013
Hanya menulis saja, bersyukur saja
Saya sedang menunggu mantan rekan bekerja saya karena kita hendak membicarakan proyek-proyek sedang berjalan saat ini. Telat, itu kemungkinan besar yang terjadi karena janji yang seharusnya itu adalah jam 10 tetapi sampai dengan saat ini batang hidung mereka belum juga nampak.
Saya hanya bisa menikmati situasi yang ada, salah satunya menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya saat ini. Saya melihat situasi di sekeliling say orang-orang yang sedang sibuk dengan berbagai aktifitas mereka, dari mengetik, berbincang-bincang sampai membaca. Saya cukup iri dengan mereka yang sedang sibuk dengan aktifitas mereka, sebab kita tidak tahu apakah mereka bekerja atau tidak. Saya hanya bisa menikmati aktifitas yang sedang saya lakukan ini karena tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan selain hal ini.
Semalam, saya berbincang-bincang dengan teman saya mengenai situasi menganggur saya. Dia bilang kepada saya supaya menikmati keadaan saya ini. Dia berbagi bahwa hari dia selalu penuh,tidak ada waktu yang kosong lagi. Ketika saya mulai menjalani waktu saya yang 'free', ternyata sangatlah tidak enak karena hilang motivasi dalam hidup ini. Kemalasan, itu yang saya rasakan. Ketika kita dalam situasi sibuk sampai tidak ada waktu untuk menghela nafas, itu adalah situasi yang harus tetap kita syukuri dan nikmati. Saya pun tidak tahu mengapa saya bisa mengalami hal inj, teman saya hanya bisa berkomentar, 'ya udah, lo nikmati aja dulu aja.' ' Lo pasti ngerti untuk apa semua ini ada, di future', begitu katanya sambil menyerup sisa minuman coklatnya. Saya hanya menanggapinya dengan berkata iya dan mengangguk.
Jika saya hanya bisa menggerutu dan tidak melakukan apa-apa juga tidak berguna jika saya tidak mensyukuri keadaan saya juga sama hanya bedanya yang terakhir itu memberikan dampak positif terhadap diri sendiri.
Kunci dalam hidup saya saat ini adalah bersyukur, padahal tuh kata-kata sudah lama ada dalam kehidupan saya cuman ga pernah saya lakukan.... yah, bersyukur dan nikmayi sajalah yah.....
Sunday, July 21, 2013
yah telat....
Tuesday, July 9, 2013
rutinitas, kemanakah engkau...
Saya tidak tahu juga mengenai hal rutinitas ini, meski saya sudah bertanya kepada beberapa orang dan mereka yang sudah mempunyai rutinitas selalu memberikan jawaban, 'jalani saja, toh untuk itu kan kita bisa dapat uang'. Jreng jreng.... hahahahaha... saya hanya bisa tertawa sewaktu mendengar kata-kata 'mendapatkan uang'. Saat ini, adalah saat yang membuat saya bingung karena saya hanya bekerja sebagai seorang pekerja paruh waktu dan kata yang saya anggap haram itu sedikit menghilang dari aktifitas saya. Sekali lagi, saya bingung karena sudah terbiasa dengan rutinitas yang seakan-akan membunuh waktu kesendirian saya dan tiba-tiba si 'rutin' menghilang perlahan-lahan seakan-akan 'ngambek'. Saat itulah, saya menjadi 'galau' rasanya karena menghilang si 'rutin' itu. Saya tak lebih dari seorang pengelana tanpa tahu harus ngapain juga, pengangguran lah.
Saya pun mulai 'ngerecokin' orang lain deh karena menganggur ini. Saya benar-benar tidak tahu harus ngapain lagi untuk berjalan bersama waktu. Waktu itu entah cepat atau lambat namun yang pasti dia tidak perduli tetap saya berjalan tidak bisa diajak kompromi lagi. Galau, gundah karena tidak ada lagi yang memberikan rasa kembali. Situasi yang benar-benar berbanding terbalik dari seorang supir bisa yang kocar-kacir cari setoran sampai menjadi checker yang hanya duduk diam, mengobrol menunggu para bis yang lewat untuk dicek. Hari berubah menjadi minggu dan menjadi bulan. Seakan-akan saya hanya meratapi semua berlalu dengan duduk diam saja, tidak melakukan apa-apa. Tergiang di dalam hati kata-kata teman saya, entah cocok atau tidak nih kata 'terngiang', 'kita hanya berkali-kali ngocehin hal yang sama tetapi kita hanya berada di titik yang sama karena kita tidak mau bergerak atau melangkah'. Saya mencoba untuk merenungi kata-kata nasihat teman saya tersebut, memang benar jika saya hanya ribut di situ-situ saja tak pelak seperti anjing yang berputar-putar ribut mengejar ekornya saja. Ternyata, saya mendambakan 'musuh' saya itu si rutinitas. Saya mencoba mencari-cari dia, 'rutinitas', tapi seakan-akan dia hanya muncul sesekali dan hilang. Saya mulai kehilangan kesadaran saya ketika saya kehilangan si 'rutin' sampai suatu saat saya menyadari bahwa dia sebenarnya ada dibalik semua aktifitas yang seharusnya saya kerjakan.
Si 'rutin' ini merupakan teman untuk menjadi pembelajar dan ketekunan yang mana dua temannya itu merupakan suatu hal cenderung menjadi 'musuh' sejak dari saya duduk dibangku sekolahan dulu. Saya berusaha menggandeng si 'rutin dengan menjadi pembelajar bersama ketekunan. Suatu perjuangan yang cukup memerlukan tenaga dan motivasi untuk terus maju bersama-sama disetiap waktu entah subuh, pagi, siang, sore sampai larut malam. Saya yang dahulu selalu ribut tidak ada waktu pribadi ternyata hanya perlu kebijaksaan untuk mengaturnya dan semua itu ada gunanya untuk membuat saya lebih baik lagi.
Saat ini, saya berusaha untuk berjalan berbarengan dengan si 'rutin' berserta teman-temannya antara lain ketekunan dan kerajinan, yagn terakhir lupa saya sebutkan. Hidup ini merupakan suatu cara untuk belajar lebih baik lagi, usaha dan kerja keras disertai oleh niat. hehehehehe...
Terima kasih yah Tuhan untuk kesempatan yang telah diberikan untuk belajar mengenai hidup ini...