Sunday, July 21, 2013

yah telat....

saya terpaksa nebeng kerja di salah satu 'warung' kopi dari negeri paman Sam, padahal Sam itu nama keponakan saya dan sayalah pamannya respon ga nyambung dot com.... hahahaha... 
Saya sudah nongkron kerja di 'warung' ini selama 3 jam dengan berbagai gerakan plus ke kamar mandi serta nebeng titipin liatin laptop dan tas sama orang yang bersebelahan jika saya ke kamar mandi termasuk dia juga. Yah, simbiosis mutualisme ceunah. Ketika saya memasuki jam ke 4 kerja saya tiba-tiba saya bisa liat-liatan sama seorang cewek dan kita saling terkejut seperti melihat orang yang sudah lama tidak bertemu, dan emang udah alam ngga ketemu mungkin lebih dari 4 taon kayaknya. Kita berdua sudah sama-sama bercokol di 'warung' ini, saya sempet liat dia , tapi ga sadar kalo itu teman saya, dengan muka boring di depan laptopnya. 
kita bercengkrama sejenak kemudian dia pergi karena sudah dijemput oleh supirnya. Saya hanya bisa tertawa dalam hati saya, coba saja kita sudah bertemu lebih alam sedikit kemungkinan besar kita bisa saling bertukar cerita termasuk menggantung kebosanan kita. hahahahaha.... Saya tidak tahu harus menyebut apa untuk situasi 'telat' bertemu ini... Coba saja tidak telat.... mungkin tidak perlu kejadian kali yah....

Tuesday, July 9, 2013

rutinitas, kemanakah engkau...

kita bangun pagi-pagi untuk pergi ke kantor sampai sore bekerja kemudian pulang dari kantor. Rutinitas ini terus berlanjut setiap hari, tiap minggu sampai kepada setiap bulan. Saya memang sudah bekerja selama lebih dari 5 tahun sebagai pegawai, tidak hanya sebenarnya tetapi juga orang-orang lain yang masih bekerja. Saya itu orangnya cepat bosan, jika melakukan sesuatu yang rutin, tidak berubah hanya begitu-begitu saja. Rutinitas sesuatu kata yang 'haram' dalam aktifitas saya. Teman saya bekerja sebagai orang yang selalu berjalan dengan rutinitas dan sepertinya dia menikmatinya. " Bang, kok lo masih betah sih melakukan aktifitas ini pergi pagi pulang sore dengan kerjaan begitu-begitu aja sih?", tanya saya. " Mo gimana lagi, emang seperti ini kerjaan saya, saya sih suka-suka aja mesi kadang bosen juga", jawabnya. " terus kalo lo bosen gimana ngebunuh itu bosennya?", tanya saya lagi. " yah, paling pergi liburan setelah itu kerja lagi. Emang gawean gua seperti ini', jawabnya tenang sambil kembali melihat angka-angka di layar komputernya. Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan meninggalkan dia bekerja kembali. 

Saya tidak tahu juga mengenai hal rutinitas ini, meski saya sudah bertanya kepada beberapa orang dan mereka yang sudah mempunyai rutinitas selalu memberikan jawaban, 'jalani saja, toh untuk itu kan kita bisa dapat uang'. Jreng jreng.... hahahahaha... saya hanya bisa tertawa sewaktu mendengar kata-kata 'mendapatkan uang'. Saat ini, adalah saat yang membuat saya bingung karena saya hanya bekerja sebagai seorang pekerja paruh waktu dan kata yang saya anggap haram itu sedikit menghilang dari aktifitas saya. Sekali lagi, saya bingung karena sudah terbiasa dengan rutinitas yang seakan-akan membunuh waktu kesendirian saya dan tiba-tiba si 'rutin' menghilang perlahan-lahan seakan-akan 'ngambek'. Saat itulah, saya menjadi 'galau' rasanya karena menghilang si 'rutin' itu. Saya tak lebih dari seorang pengelana tanpa tahu harus ngapain juga, pengangguran lah. 
Saya pun mulai 'ngerecokin' orang lain deh karena menganggur ini. Saya benar-benar tidak tahu harus ngapain lagi untuk berjalan bersama waktu. Waktu itu entah cepat atau lambat namun yang pasti dia tidak perduli tetap saya berjalan tidak bisa diajak kompromi lagi. Galau, gundah karena tidak ada lagi yang memberikan rasa kembali. Situasi yang benar-benar berbanding terbalik dari seorang supir bisa yang kocar-kacir cari setoran sampai menjadi checker yang hanya duduk diam, mengobrol menunggu para bis yang lewat untuk dicek. Hari berubah menjadi minggu dan menjadi bulan. Seakan-akan saya hanya meratapi semua berlalu dengan duduk diam saja, tidak melakukan apa-apa. Tergiang di dalam hati kata-kata teman saya, entah cocok atau tidak nih kata 'terngiang', 'kita hanya berkali-kali ngocehin hal yang sama tetapi kita hanya berada di titik yang sama karena kita tidak mau bergerak atau melangkah'. Saya mencoba untuk merenungi kata-kata nasihat teman saya tersebut, memang benar jika saya hanya ribut di situ-situ saja tak pelak seperti anjing yang berputar-putar ribut mengejar ekornya saja. Ternyata, saya mendambakan 'musuh' saya itu si rutinitas. Saya mencoba mencari-cari dia, 'rutinitas', tapi seakan-akan dia hanya muncul sesekali dan hilang. Saya mulai kehilangan kesadaran saya ketika saya kehilangan si 'rutin' sampai suatu saat saya menyadari bahwa dia sebenarnya ada dibalik semua aktifitas yang seharusnya saya kerjakan. 
Si 'rutin' ini merupakan teman untuk menjadi pembelajar dan ketekunan yang mana dua temannya itu merupakan suatu hal cenderung menjadi 'musuh' sejak dari saya duduk dibangku sekolahan dulu. Saya berusaha menggandeng si 'rutin dengan menjadi pembelajar bersama ketekunan. Suatu perjuangan yang cukup memerlukan tenaga dan motivasi untuk terus maju bersama-sama disetiap waktu entah subuh, pagi, siang, sore sampai larut malam. Saya yang dahulu selalu ribut tidak ada waktu pribadi ternyata hanya perlu kebijaksaan untuk mengaturnya dan semua itu ada gunanya untuk membuat saya lebih baik lagi. 
Saat ini, saya berusaha untuk berjalan berbarengan dengan si 'rutin' berserta teman-temannya antara lain ketekunan dan kerajinan, yagn terakhir lupa saya sebutkan. Hidup ini merupakan suatu cara untuk belajar lebih baik lagi, usaha dan kerja keras disertai oleh niat. hehehehehe...
Terima kasih yah Tuhan untuk kesempatan yang telah diberikan untuk belajar mengenai hidup ini...